Hujan Deras Picu Banjir di Tarutung, Rumah dan Tempat Usaha Terendam,Warga Panik
TARUTUNG |Sumut.suarana.com
Hujan deras yang disertai petir, angin kencang, hujan es dan cuaca ekstrem melanda Kota Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara, Jumat (17/7/2026). Akibatnya, banjir besar menggenangi sejumlah ruas jalan dan permukiman warga, khususnya di kawasan Jalan Diponegoro (Tanggul Sungai Sigeaon) dan Jalan Gajah Mada, Kelurahan Hutatoruan X, Kecamatan Tarutung.
Pantauan di lokasi menunjukkan derasnya luapan air merendam rumah penduduk, toko kelontong, warung makan, hingga sejumlah tempat usaha yang berada di sepanjang jalan tersebut. Ketinggian air diperkirakan mencapai sekitar setengah meter dan masuk ke dalam bangunan warga tanpa dapat dibendung.
Kondisi semakin memprihatinkan ketika sejumlah kendaraan roda dua dan roda empat yang terparkir ikut terendam. Bahkan, beberapa kendaraan dilaporkan terseret arus akibat derasnya aliran air yang datang secara tiba-tiba.
Suasana di lokasi berlangsung mencekam. Suara petir yang menggelegar berpadu dengan derasnya arus banjir membuat warga, pedagang, dan pembeli panik. Teriakan histeris terdengar dari berbagai sudut ketika air meluap dengan cepat dan menggenangi kawasan perdagangan serta permukiman.
![]() |
| Kendaraan turut terendam |
Pemandangan memilukan terlihat di sejumlah titik. Para pedagang berupaya menyelamatkan barang dagangan mereka yang terendam air, sementara warga berusaha mengangkat perabot rumah tangga ke tempat yang lebih tinggi. Sebagian lainnya hanya bisa pasrah menyaksikan air berlumpur memasuki rumah dan tempat usaha mereka.
Pemilik William Cafe, Ramses Pangaribuan, mengaku telah mengalami kejadian serupa beberapa kali selama menjalankan usahanya selama 10 tahun terakhir. Namun menurutnya, banjir kali ini merupakan yang terparah.
"Sudah beberapa kali terjadi banjir di sini, tetapi ini yang paling parah. Air datang sangat cepat dan langsung masuk ke tempat usaha serta rumah warga," ujarnya.
Ramses menilai banjir yang terus berulang disebabkan oleh saluran pembuangan menuju Sungai Sigeaon yang terlalu kecil dan kerap tersumbat. Akibatnya, debit air yang meningkat saat hujan deras tidak mampu mengalir dengan lancar dan akhirnya meluap ke jalan serta permukiman warga.
Menurutnya, kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama dan berulang kali dikeluhkan masyarakat. Bahkan, persoalan drainase dan saluran pembuangan itu telah beberapa kali menjadi sorotan media, namun hingga kini belum mendapatkan penanganan yang memadai.
"Pemerintah kabupaten maupun provinsi seharusnya segera membenahi saluran drainase ini. Jangan menunggu sampai kerugian warga semakin besar. Masalah ini sudah lama terjadi dan sudah sering diberitakan," tegasnya.
Ia juga menyoroti adanya wacana Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara yang akan menjadikan kawasan Tanggul Sungai Sigeaon sebagai area sport center. Menurutnya, penanganan banjir dan perbaikan infrastruktur drainase harus menjadi prioritas utama sebelum pengembangan kawasan dilakukan.
"Kalau memang mau dijadikan sport center, seharusnya persoalan banjir ini diselesaikan terlebih dahulu. Kasihan masyarakat yang tinggal dan mencari nafkah di sekitar kawasan ini. Setiap hujan deras selalu dihantui rasa takut akan banjir," katanya.
Warga berharap pemerintah segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem drainase dan saluran pembuangan di kawasan Sungai Sigeaon. Pasalnya, banjir yang terus berulang tidak hanya menimbulkan kerugian material, tetapi juga menciptakan trauma dan kekhawatiran bagi masyarakat setiap kali hujan deras mengguyur Kota Tarutung.
BOBLUIS

