24 C
id

Perjalanan Politik Masinton Pasaribu:Dari Buruh Lepas Pelabuhan Hingga Menjadi Bupati

TAPTENG|Sumut.suarana.com Perjalanan politik tidak selalu lahir dari kemapanan. Kisah hidup Masinton Pasaribu menjadi salah satu contoh bagaimana pengalaman hidup dari lapisan bawah dapat membentuk karakter kepemimpinan hingga mengantarkan seseorang ke puncak pemerintahan daerah.

Politikus dari PDI Perjuangan itu kini mengemban amanah sebagai Bupati Tapanuli Tengah periode 2025–2030 setelah resmi dilantik pada 20 Februari 2025 oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta. 

Sebelum memimpin Tapanuli Tengah, Masinton dikenal sebagai politisi nasional yang telah dua periode duduk sebagai anggota DPR RI, yakni periode 2014–2019 dan 2019–2024. Di parlemen, ia bertugas di Komisi III DPR RI yang membidangi hukum, hak asasi manusia, dan keamanan, mewakili daerah pemilihan DKI Jakarta II. 

Lahir di Sibolga pada 11 Februari 1971, perjalanan Masinton dimulai jauh dari kehidupan elite politik. Setelah menamatkan pendidikan SMA, ia sempat bekerja sebagai buruh lepas di kawasan Pelabuhan Belawan untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup.

Pengalaman bekerja di lingkungan pelabuhan menjadi bagian penting yang membentuk karakter kerja keras dan kedekatannya terhadap persoalan masyarakat kecil. Setelah itu, ia merantau ke Jakarta untuk melanjutkan pendidikan hukum dan kemudian menyelesaikan studi di Sekolah Tinggi Hukum Indonesia hingga memperoleh gelar Sarjana Hukum pada tahun 2003.

Saat menjalani masa kuliah, Masinton aktif dalam gerakan mahasiswa dan ikut terlibat dalam dinamika gerakan reformasi 1998 yang mendorong perubahan politik nasional di penghujung era pemerintahan Presiden Soeharto. Setelah menyelesaikan pendidikan, aktivitasnya berlanjut melalui berbagai gerakan sosial dan advokasi buruh.

Karier politik formalnya berkembang setelah bergabung dengan PDIP pada pertengahan era reformasi. Di internal partai, ia turut berperan dalam pembentukan Relawan Perjuangan Demokrasi (REPDEM), organisasi sayap partai yang kemudian menjadi ruang kaderisasi politik dan gerakan sosial.

Kembali ke Kampung Halaman
Setelah satu dekade lebih berkiprah di tingkat nasional, Masinton memilih kembali ke Sumatera Utara dan maju dalam Pemilihan Bupati Tapanuli Tengah 2024 bersama pasangannya, Mahmud Efendi Lubis.

Pasangan tersebut berhasil memenangkan kontestasi dan memperoleh mandat masyarakat untuk memimpin Tapanuli Tengah selama lima tahun ke depan. Pada pelantikannya, Masinton menyatakan komitmen menyelaraskan agenda pembangunan daerah dengan program nasional serta menempatkan kepentingan masyarakat sebagai prioritas pemerintahan.

Perjalanan Masinton Pasaribu dari buruh lepas pelabuhan, aktivis reformasi, anggota DPR RI, hingga akhirnya menjadi Bupati Tapanuli Tengah menjadi gambaran bahwa mobilitas politik di Indonesia tetap terbuka bagi mereka yang membangun rekam jejak melalui kerja, organisasi, dan pengabdian publik.
(Dikutip dari berbagai sumber)

BOBLUIS 
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru
Advertisement
- Advertisment -
- Advertisment -
⚠️ Peringatan Plagiarisme
Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.