24 C
id

Pengangkutan Material Proyek Pengendalian Sungai Sigeaon Dikeluhkan Warga, Jalan Lingkungan dan Pipa PDAM Rusak

TAPANULI UTARA|Sumut.suarana.com

Pengangkutan material untuk kebutuhan Proyek Pengendalian Sungai Sigeaon Tahap II senilai sekitar Rp45,5 miliar mendapat sorotan dari masyarakat sekitar. Pasalnya, kendaraan pengangkut material proyek disebut melintasi jalan lingkungan dan jalan kabupaten di kawasan Jalan Rangkea Sipapagan, Kelurahan Hutatoruan V, Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara.

Kondisi tersebut dikeluhkan warga karena kendaraan pengangkut material dengan ukuran dan muatan berat diduga memberikan tekanan terhadap infrastruktur jalan lingkungan yang kondisinya relatif terbatas.

Bahkan, warga mengeluhkan terjadinya kerusakan pipa air minum milik PDAM Tapanuli Utara yang berada di kawasan Jalan Rangkea Sipapagan, tepatnya di Gang Rumah Putih.

Salah seorang warga,Saroha Nababan, kepada media ini, Sabtu (26/9/2026), mengaku harus memperbaiki sendiri pipa air yang mengalami kerusakan.

Menurut Saroha, kerusakan tersebut menambah keresahan warga yang selama ini melihat kendaraan pengangkut material proyek lalu-lalang melewati jalan lingkungan di kawasan permukiman.

“Saya sendiri yang memperbaiki pipa tersebut. Kalau dibiarkan, masyarakat yang akan kesulitan mendapatkan air,” keluhnya.

Ia juga mengaku sebelumnya telah menyampaikan keberatannya kepada pihak pengelola proyek terkait penggunaan jalan lingkungan di depan rumahnya sebagai jalur kendaraan pengangkut material.

Namun, menurut Saroha, keberatan tersebut tidak mendapat tanggapan sebagaimana yang diharapkannya. Ia menyebut pihak pengelola proyek berdalih bahwa jalan tersebut bukan merupakan bagian dari tanggung jawab mereka.

Proyek pengendalian Sungai Sigeaon Tarutung 

Jalan Rabat Beton Mulai Dikeluhkan

Selain persoalan pipa PDAM, Saroha menyebut kendaraan pengangkut material yang diduga membawa beban berat juga telah berdampak terhadap kondisi jalan lingkungan di depan rumahnya.

Jalan yang hanya berupa rabat beton tersebut, menurutnya, tidak seharusnya digunakan secara sembarangan untuk lalu lintas kendaraan angkutan material dengan beban berat tanpa memperhatikan kemampuan konstruksi jalan.

“Jalan ini jalan lingkungan. Kondisinya hanya rabat beton. Kalau setiap hari dilalui kendaraan bermuatan berat, tentu kami khawatir jalan ini semakin rusak,” ujarnya.

Warga pun mempertanyakan siapa yang bertanggung jawab apabila kerusakan jalan lingkungan maupun fasilitas umum seperti jaringan pipa air kembali terjadi akibat aktivitas pengangkutan material proyek.

Pemkab dan Instansi Terkait Diminta Turun Tangan

Saroha berharap Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara bersama instansi terkait tidak menutup mata terhadap keluhan masyarakat yang berada di sekitar lokasi proyek.

Ia meminta pemerintah melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi jalan yang digunakan sebagai jalur pengangkutan material, termasuk memastikan kendaraan yang melintas tidak membawa muatan yang melebihi kemampuan jalan.

“Jangan sampai masyarakat yang akhirnya menjadi korban. Proyek memang untuk pembangunan, tetapi fasilitas masyarakat juga harus diperhatikan,” katanya.

Ia juga meminta agar pihak pengelola proyek diberikan teguran apabila ditemukan pelanggaran atau aktivitas pengangkutan yang berpotensi merusak fasilitas umum.

Keluhan warga tersebut menjadi perhatian serius mengingat proyek pengendalian Sungai Sigeaon merupakan pekerjaan dengan nilai anggaran yang cukup besar. Karena itu, masyarakat berharap pelaksanaan proyek tidak hanya mengejar percepatan pekerjaan, tetapi juga memperhatikan keselamatan pengguna jalan, kondisi infrastruktur daerah, serta kepentingan warga yang tinggal di sekitar jalur proyek.

Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh penjelasan dari pihak pengelola proyek terkait keluhan warga mengenai penggunaan jalan lingkungan, kerusakan pipa PDAM, maupun dugaan kendaraan pengangkut material yang membawa beban melebihi kemampuan jalan.

BOBLUIS


Postingan Lama Tak ada hasil yang ditemukan
Postingan Lebih Baru
Advertisement
- Advertisment -