24 C
id

Jangan Asal Buka Jalan, Warga Gang Intan Desak Pemkab Taput Hormati Kesepakatan

TAPANULI UTARA|Sumut.suarana.com
Dua warga Gang Intan, Kelurahan Hutatoruan VII, Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), menyampaikan keberatan terhadap rencana pembukaan jalan penghubung antara Gang Intan dan Gang Matahari.

Keberatan tersebut bukan berarti warga menolak pembangunan jembatan maupun peningkatan akses jalan. Warga menegaskan tetap mendukung pembangunan, sepanjang pelaksanaannya sesuai dengan kesepakatan yang sebelumnya telah dibicarakan bersama, khususnya terkait ukuran badan jalan dan batas lahan.

Hal itu disampaikan warga Gang Intan, Meri Manurung (65) dan Renal H. Siagian (47), saat ditemui di lokasi pembangunan, Selasa (22/9/2026).
Meri Manurung mengatakan, dirinya keberatan apabila pembukaan jalan penghubung dilakukan tidak sesuai dengan kesepakatan yang telah dibicarakan sebelumnya.
“Saya selaku warga Gang Intan menolak jalan penghubung dibangun karena tidak sesuai kesepakatan,” tegas Meri.

Menurutnya, sebelum pekerjaan dilanjutkan, pemerintah dan pihak pelaksana perlu turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan sekaligus berkomunikasi dengan warga.

Langkah tersebut dinilai penting agar batas lahan dan ukuran badan jalan dapat dipastikan terlebih dahulu sehingga pembangunan tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.
“Saya meminta pemerintah daerah dan pihak pelaksana terlebih dahulu melakukan komunikasi serta pengecekan bersama di lapangan sebelum pekerjaan dilanjutkan,” ujarnya.

Namun, Meri kembali menegaskan bahwa dirinya tidak menolak pembangunan jembatan penghubung maupun peningkatan akses jalan di kawasan tersebut.
“Kalau jembatan penghubung dibuat atau dilebarkan sesuai ukuran yang telah disepakati, selaku warga Gang Intan saya siap mendukung pembangunan jalan ini,” katanya.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara melalui instansi terkait turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi di lapangan.Selain memastikan batas lahan dan ukuran badan jalan, warga juga mengusulkan agar dilakukan pertemuan yang melibatkan masyarakat, pemerintah kelurahan, kecamatan, dinas terkait, serta pihak pelaksana proyek.

Pertemuan tersebut dinilai penting untuk menyamakan pemahaman mengenai teknis pembangunan dan memastikan pekerjaan berjalan sesuai kesepakatan.
“Saya mendukung pembangunan jembatan penghubung, tetapi pelaksanaannya harus sesuai dengan kesepakatan dan ukuran yang sudah ditentukan,” ujar Meri.

Terpisah, Camat Tarutung Ferry Lumbantobing mengatakan pihaknya akan terlebih dahulu berkoordinasi dengan Lurah Hutatoruan VII terkait persoalan pembangunan jalan di kawasan tersebut.
“Saya berkoordinasi dulu dengan Lurah terkait pembangunan jalan di Kelurahan Hutatoruan VII,” ujar Ferry.

Persoalan pembukaan jalan penghubung Gang Intan masih menunggu penjelasan lebih lanjut dari pihak terkait, terutama mengenai batas lahan, ukuran badan jalan, serta kesesuaian pelaksanaan pekerjaan dengan kesepakatan yang telah dibuat bersama warga.

Kesepakatan Rapat Warga
Sebelumnya, Pemerintah Kelurahan Hutatoruan VII bersama warga Gang Intan telah menggelar rapat membahas rencana pembangunan jalan di kawasan TD Pardede Gang Intan, Kamis (16/4/2026).
Rapat yang berlangsung di rumah warga Gang Intan tersebut dihadiri Lurah Hutatoruan VII Timbul Hutabarat, ST, Kepala Seksi Pemerintahan Jansen Sinaga, serta warga setempat.

Dalam rapat tersebut disepakati pembangunan jalan Gang Intan akan dilaksanakan secara bertahap, dimulai dari sisi depan Gereja GKPS.Sementara itu, rencana pembukaan jalan menuju Aek Ristop akan dilakukan apabila pemerintah membangun jalan ring road dari samping Gereja GKPS (Gang Intan) menuju Aek Ristop pada tahun-tahun mendatang.

Dalam pembahasan tersebut juga disebutkan warga Aek Ristop diharapkan bersedia menyediakan lahan selebar 5 meter untuk jalan umum, dengan ketentuan lahan terlebih dahulu dilepaskan dari sertifikat tanah.

Rapat kemudian menyimpulkan pembangunan jalan Gang Intan segera dilaksanakan, sedangkan pembukaan akses menuju Aek Ristop menunggu pembangunan jalan ring road sesuai kesepakatan.

Adanya keberatan dari warga terkait rencana pembukaan akses tersebut, warga berharap pemerintah dan pihak pelaksana kembali duduk bersama untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai kesepakatan serta tidak menimbulkan persoalan baru di tengah masyarakat.

BOBLUIS 

Postingan Lama Tak ada hasil yang ditemukan
Postingan Lebih Baru
Advertisement
- Advertisment -