24 C
id

Terkendala Jalan dan Utilitas, Huntap Korban Bencana di Adian Koting Belum Dihuni

TAPANULI UTARA|Sumut.suarana.com
Ratusan korban bencana penerima manfaat Hunian Tetap (Huntap) di Desa Dolok Nauli, Kecamatan Adian Koting, Kabupaten Tapanuli Utara, hingga kini belum dapat menempati rumah yang telah dibangun pascabencana tahun 2025. 

Penyebab utamanya adalah belum tersedianya infrastruktur dasar yang memadai di kawasan tersebut.
Sebanyak 103 unit huntap yang dibangun melalui bantuan Keluarga Besar Maruarar Sirait sejatinya telah berdiri. Namun, akses jalan, jaringan listrik, dan fasilitas air bersih yang belum berfungsi optimal membuat sebagian besar rumah masih kosong dan belum dihuni penerima manfaat.

Selain persoalan infrastruktur, sejumlah warga juga mengeluhkan kondisi bangunan yang dinilai masih memerlukan perbaikan. Beberapa penerima manfaat menyebut atap rumah mengalami kebocoran sehingga belum layak ditempati.

Salah seorang penerima manfaat, R. Siregar, mengaku belum berani pindah ke huntap karena kebutuhan dasar belum tersedia.
"Kami berharap kebutuhan dasar di kawasan huntap segera dipenuhi. Masih ada warga yang terpaksa memperpanjang kontrak rumah sewa karena listrik dan air bersih belum tersedia," ujarnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Tata Ruang dan Perumahan Kabupaten Tapanuli Utara, Nokman Simanungkalit, menjelaskan bahwa penyediaan jaringan listrik saat ini masih dalam proses pengerjaan.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PLN dan saat ini sedang dilakukan pemasangan jaringan listrik menuju kawasan huntap.

Sementara untuk penyediaan air bersih, pihak pelaksana tengah mengerjakan jaringan perpipaan agar kebutuhan air warga dapat segera terpenuhi.
"Terkait jalan utama menuju kawasan huntap, pengerjaannya akan dilakukan setelah pembangunan tembok penahan tanah (TPT) di bagian belakang kawasan selesai. Saat ini akses tersebut masih digunakan kendaraan pengangkut material," jelas Nokman.

Di sisi lain, Kepala Desa Dolok Nauli, Jonas Aritonang, mengaku pemerintah desa tidak dilibatkan dalam proses pembangunan huntap tersebut.
"Kami tidak dilibatkan dalam pembangunan huntap. Selama ini jika ada kendala yang dialami warga, mereka berkoordinasi langsung dengan pihak pelaksana dan dinas terkait," katanya.

Belum rampungnya infrastruktur pendukung membuat tujuan pembangunan huntap sebagai hunian layak bagi korban bencana belum sepenuhnya terwujud. Warga berharap pemerintah dan seluruh pihak terkait dapat segera menyelesaikan pekerjaan jalan, listrik, air bersih, serta perbaikan bangunan agar 103 unit huntap yang telah dibangun dapat segera dihuni dan memberikan manfaat bagi para korban bencana.

BOBLUIS 
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru
Advertisement
- Advertisment -
- Advertisment -
⚠️ Peringatan Plagiarisme
Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.