24 C
id

Sparepart Alkes Raib, Direktur RSUD Pandan Lapor Polisi

Direktur RSUD Pandan, dr.Janri Ayogie Nababan, resmi melaporkan dugaan pencurian sejumlah komponen alat kesehatan (Alkes) ke Polsek Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Senin (29/6/2026).

Laporan tersebut dibuat setelah manajemen rumah sakit menerima informasi mengenai hilangnya sejumlah komponen alat kesehatan pada Rabu (24/6/2026), yang kemudian ditindaklanjuti dengan pengecekan langsung ke gudang lama penyimpanan peralatan rumah sakit.

Dari hasil pemeriksaan di lokasi, pihak rumah sakit menemukan sejumlah sparepart alat kesehatan dalam kondisi telah dibongkar dan tidak lagi berada di tempat penyimpanannya.
"Setelah menerima laporan, kami langsung turun melakukan pengecekan ke lokasi. Hasilnya, memang benar ditemukan sejumlah sparepart alat kesehatan telah dicuri dan dibongkar. Karena itu, hari ini kami secara resmi melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pandan," ujar dr. Janri Ayogie Nababan.

Menurutnya, komponen yang hilang berasal dari beberapa alat kesehatan yang telah lama mengalami kerusakan, di antaranya mesin X-Ray, CT Scan, sterilisator, dan lampu operasi.

Hingga saat ini, pihak rumah sakit belum dapat memastikan kapan aksi pencurian tersebut terjadi. Pasalnya, gudang lama tempat penyimpanan aset tidak dilengkapi kamera pengawas (CCTV), sementara belum ada saksi yang mengetahui aktivitas mencurigakan di lokasi.
"Belum dapat dipastikan kapan kejadiannya karena di lokasi tidak ada CCTV. Kami juga sudah meminta keterangan dari petugas terkait, namun belum ada yang mengetahui siapa pelakunya," jelasnya.

Sebagai langkah awal, manajemen RSUD Pandan telah melakukan pemeriksaan internal dengan memanggil unit yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan gudang dan keamanan. Namun hingga kini, belum ditemukan petunjuk yang mengarah kepada pelaku.

Dari hasil pengecekan fisik di lokasi, ditemukan sejumlah indikasi yang diduga berkaitan dengan aksi pencurian. Selain kondisi barang yang berantakan, terdapat kerusakan ringan pada pintu masuk gudang. Bahkan, kabel-kabel listrik yang berada di bagian plafon juga dilaporkan hilang.
Petugas juga menemukan sejumlah barang yang diduga ditinggalkan pelaku, seperti botol air mineral, bungkus kopi, serta puntung dan bungkus rokok yang telah lama berada di dalam gudang.

Pihak RSUD Pandan berharap kepolisian dapat segera mengusut tuntas kasus tersebut dan mengungkap pelaku pencurian, mengingat barang-barang yang hilang merupakan aset milik negara.
"Kami berharap pihak kepolisian segera mengungkap dan menangkap pelaku pencurian ini. Bagaimanapun juga, barang yang hilang merupakan aset negara yang harus dipertanggungjawabkan," tegas dr. Janri Nababan.

BOBLUIS 


Postingan Lama
Postingan Lebih Baru
Advertisement
- Advertisment -
- Advertisment -
⚠️ Peringatan Plagiarisme
Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.