HEADLINE
0
Nikson Nababan: Kritik Saya Dengan Data dan Fakta,Jangan Bangun Opini, Apalagi Fitnah
TAPANULI UTARA|Sumut.suarana.com
Mantan Bupati Tapanuli Utara dua periode, Drs. Nikson Nababan, M.Si, angkat bicara terkait berbagai tudingan yang belakangan ini diarahkan kepada dirinya. Dengan tegas, Nikson menyatakan tidak pernah alergi terhadap kritik, namun menolak segala bentuk tuduhan yang tidak didukung data dan fakta.
Pernyataan tersebut disampaikan Nikson Nababan saat melakukan siaran langsung bersama sejumlah awak media melalui platform TikTok pada Selasa malam (21/7/2026).
Menurutnya, kritik merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang harus dihormati. Namun, kritik harus disampaikan secara objektif dan berdasarkan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan, bukan sekadar asumsi, opini, atau narasi yang sengaja dibangun untuk menggiring persepsi publik.
"Silakan kritik saya. Saya tidak pernah anti kritik. Tetapi kritik itu harus berdasarkan data dan fakta. Jangan membuat tuduhan tanpa dasar yang jelas, apalagi sampai menggiring opini yang berujung pada fitnah," tegas Nikson.
Bantah Tuduhan Korupsi PAD Bandara Silangit
Salah satu tudingan yang disorot Nikson adalah dugaan korupsi sebesar Rp5 miliar dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang berasal dari kerja sama pengelolaan Bandara Silangit.
Nikson menegaskan tuduhan tersebut tidak masuk akal dan sangat mudah diuji melalui data keuangan daerah.
Ia menjelaskan bahwa kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara dengan pengelola Bandara Silangit dimulai pada tahun 2016. Dalam kerja sama tersebut, kontribusi PAD yang diterima Pemkab Tapanuli Utara berada di kisaran Rp100 juta per tahun.
Dengan masa kerja sama hingga berakhirnya masa jabatannya pada tahun 2024, total PAD yang diterima daerah hanya berkisar Rp800 juta.
"Kalau PAD-nya sekitar Rp100 juta per tahun dan berlangsung selama kurang lebih delapan tahun, totalnya sekitar Rp800 juta. Jadi bagaimana mungkin muncul tudingan korupsi sampai Rp5 miliar? Angka itu dari mana?" ujar Nikson.
Ia menegaskan bahwa seluruh pembayaran PAD dari Bandara Silangit dilakukan melalui mekanisme resmi dan langsung masuk ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) Kabupaten Tapanuli Utara.Karena itu, menurutnya, seluruh transaksi dapat ditelusuri melalui dokumen dan laporan keuangan pemerintah daerah yang terdokumentasi secara resmi.
Bantah Isu Penguasaan Lahan Eks Sanggar Pramuka
Nikson juga membantah keras tudingan yang menyebut dirinya menguasai lahan di kawasan eks Sanggar Pramuka Silangit maupun membagikan tanah tersebut kepada keluarga dan orang-orang dekatnya.
Menurut Nikson, tuduhan tersebut tidak memiliki dasar yang jelas dan hingga kini tidak pernah disertai bukti kepemilikan yang sah.
"Saya tidak pernah memiliki tanah di lokasi yang dituduhkan itu. Saya bahkan tidak mengetahui secara pasti tanah yang dimaksud. Kalau memang ada, silakan tunjukkan sertifikatnya, tunjukkan bukti kepemilikannya, dan tunjukkan data yang valid," tegasnya.
Ia menilai tuduhan yang terus diulang tanpa bukti hanya akan menciptakan kegaduhan di tengah masyarakat dan berpotensi merusak nama baik seseorang.
Siap Tempuh Jalur Hukum
Nikson menegaskan bahwa dirinya menghormati hak setiap warga negara untuk menyampaikan kritik maupun melakukan pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan. Namun, apabila tuduhan yang disampaikan tidak dapat dibuktikan dan mengarah pada pencemaran nama baik, maka ia tidak menutup kemungkinan untuk menempuh jalur hukum.
Menurutnya, negara telah menyediakan mekanisme hukum bagi siapa pun yang memiliki bukti adanya pelanggaran maupun dugaan tindak pidana.
"Kalau memang ada data, silakan sampaikan melalui mekanisme yang benar. Tetapi kalau hanya menyebarkan tuduhan tanpa bukti dan membangun opini yang menyesatkan masyarakat, tentu ada konsekuensi hukum yang harus dipertanggungjawabkan," katanya.
Di akhir pernyataannya, Nikson mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengedepankan budaya kritik yang sehat, objektif, dan berbasis fakta.
"Mari kita sama-sama menjaga ruang publik yang sehat. Kritik harus menjadi sarana perbaikan, bukan alat untuk menyebarkan fitnah. Saya siap dikritik, tetapi kritik itu harus berdasarkan data dan fakta yang benar," pungkas Nikson Nababan.
BOBLUIS
Via
HEADLINE
