24 C
id

Pasca Kenaikan Pertamax, BBM Pertalite Cepat Habis di Tapanuli Utara, Warga Soroti Maraknya Penjualan Eceran

TAPANULI UTARA|Sumut.suarana.com Kenaikan harga BBM jenis Pertamax diduga membuat banyak konsumen beralih menggunakan Pertalite. Akibatnya, sejumlah SPBU di Kabupaten Tapanuli Utara, khususnya di Tarutung, Sipoholon, dan Siborong-borong, kerap mengalami kehabisan stok Pertalite dalam beberapa hari terakhir.

Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan mengular di sejumlah SPBU saat pasokan Pertalite datang. Pengendara roda dua maupun roda empat terlihat rela menunggu lama demi mendapatkan BBM bersubsidi tersebut.

Sejumlah warga menilai tingginya harga Pertamax menjadi alasan utama masyarakat beralih ke Pertalite. Kondisi itu menyebabkan permintaan meningkat drastis dan stok di SPBU lebih cepat habis dibandingkan biasanya.
"Kalau Pertamax sekarang terasa cukup mahal bagi masyarakat biasa. Mau tidak mau banyak yang memilih Pertalite karena lebih terjangkau," ujar Purba ,seorang warga Tarutung yang enggan disebutkan namanya.

Keluhan serupa juga disampaikan warga Sipoholon bermarga Simanungkalit. Menurutnya, kelangkaan Pertalite telah mengganggu aktivitas masyarakat, terutama mereka yang bergantung pada kendaraan untuk bekerja sehari-hari.
"Kami sering datang ke SPBU tetapi Pertalite sudah habis. Kadang harus menunggu berjam-jam atau mencari ke SPBU lain. Ini tentu menyulitkan," katanya.

Namun di tengah kondisi langkanya Pertalite di SPBU, masyarakat justru menyoroti masih maraknya penjualan BBM eceran di sepanjang jalan di Tarutung, Sipoholon, hingga Siborong-borong. Pemandangan botol dan jeriken berisi Pertalite masih mudah ditemukan dijajakan oleh para pengecer.

Kondisi tersebut menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat. Mereka mempertanyakan bagaimana para pengecer masih dapat memperoleh stok Pertalite dalam jumlah cukup, sementara SPBU sering mengalami kekosongan.
"Ini yang membuat masyarakat heran. Di SPBU sering kosong, tetapi di pinggir jalan masih banyak yang menjual Pertalite. Wajar jika muncul pertanyaan dari masyarakat mengenai sumber pasokannya," ujar Sihombing,seorang warga Siborong-borong.

Masyarakat berharap pihak terkait, termasuk pengelola SPBU dan instansi pengawas, dapat memberikan penjelasan mengenai kondisi distribusi Pertalite yang terjadi saat ini. Selain itu, mereka meminta dilakukan pengawasan yang lebih ketat agar distribusi BBM berjalan tepat sasaran dan tidak menimbulkan kecurigaan di tengah masyarakat.

"Masyarakat hanya ingin mendapatkan BBM dengan mudah untuk kebutuhan sehari-hari. Jangan sampai terjadi kelangkaan berkepanjangan yang akhirnya merugikan masyarakat kecil," ujar warga Tarutung bermarga Situmorang.

BOBLUIS 

Postingan Lama
Postingan Lebih Baru
Advertisement
- Advertisment -
- Advertisment -
⚠️ Peringatan Plagiarisme
Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.