HEADLINE
0
Dari Wartawan ke Bupati Dua Periode: Kiprah Nikson Nababan Bangun Tapanuli Utara
Tapanuli Utara|Sumut.suarana.com
Perjalanan hidup Nikson Nababan menjadi bukti bahwa kerja keras dan ketekunan mampu mengantarkan seseorang dari titik nol hingga ke puncak kepemimpinan. Mantan wartawan yang merintis karier di Jakarta ini sukses memimpin Kabupaten Tapanuli Utara selama dua periode, yakni 2014–2019 dan 2019–2024.
Lahir di Siborongborong pada 5 Oktober 1972, Nikson meniti karier dari bawah. Ia pernah bekerja sebagai sales hingga mengamen di kawasan Malioboro demi bertahan hidup. Latar belakang sebagai jurnalis membentuk karakter kepemimpinan yang analitis, responsif, serta dekat dengan masyarakat.
Di bawah kepemimpinan Dr. Drs. Nikson Nababan, M.Si, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara berhasil meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan RI sebanyak sembilan kali berturut-turut pada 2014–2022. Capaian ini menjadikan Nikson sebagai salah satu kepala daerah dengan konsistensi tertinggi dalam tata kelola keuangan di Sumatera Utara.
Pada 2022, Pemkab Tapanuli Utara juga menerima penghargaan dari Kementerian Keuangan RI atas keberhasilan meraih WTP delapan kali berturut-turut sejak 2014.Hingga masa akhir jabatannya sebagai Bupati Taput (tahun 2024), Pemkab Taput berhasil meraih WTP 10 kali berturut turut.
Saat awal menjabat pada 2014, APBD Tapanuli Utara tercatat sebesar Rp841 miliar. Di akhir masa jabatannya pada 2024, angka tersebut meningkat menjadi Rp1,507 triliun.
Pendapatan per kapita masyarakat juga mengalami peningkatan dari Rp18,67 juta per tahun pada 2014 menjadi Rp24,33 juta pada 2018. Sementara itu, jumlah penduduk miskin menurun dari 32.230 jiwa pada 2014 menjadi 26.390 jiwa pada 2023. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Tapanuli Utara mencapai 72,9 pada 2024.
Pembangunan infrastruktur menjadi prioritas utama. Jalan hotmix, jembatan, sarana pendidikan, serta fasilitas kesehatan dibangun hingga ke pelosok desa. Peningkatan konektivitas ini membuka akses ekonomi serta mempercepat pemerataan pelayanan dasar bagi masyarakat, termasuk di wilayah terpencil.
Selain itu, pembangunan taman kota dan pengembangan destinasi wisata baru turut menjadi bagian dari legacy kepemimpinannya.Di sektor pertanian dan pariwisata, berbagai program pemberdayaan terus didorong. Desa Gotting Salak meraih Juara 3 tingkat Provinsi Sumatera Utara melalui Program PT P2W KSS tahun 2018, sementara Desa Sampuran Nauli juga meraih Juara 3 dalam kategori BUMDes.
Nikson juga menunjukkan komitmennya dengan memberikan pengakuan dan perlindungan terhadap masyarakat adat beserta wilayah adatnya di Tapanuli Utara.
Gaya kepemimpinan Nikson dikenal sangat dekat dengan masyarakat. Rumah dinas Bupati dibuka 24 jam bagi warga yang ingin menyampaikan aspirasi. Ia juga kerap turun langsung ke lapangan, bahkan hingga ke daerah terpencil, serta tidak jarang menginap di rumah warga untuk memahami kondisi riil masyarakat.
Sikapnya yang pemaaf juga menjadi sorotan. Ia beberapa kali memilih memaafkan pihak-pihak yang melontarkan kritik keras, termasuk serangan personal terhadap dirinya dan keluarga.
Di lingkungan pemerintahan, Nikson dikenal memiliki hubungan yang hangat dengan para Aparatur Sipil Negara (ASN). Kepemimpinan yang terbuka, komunikatif, dan merangkul membuatnya dihormati sekaligus dicintai oleh banyak bawahan.
Selain capaian WTP, Nikson juga menerima berbagai penghargaan, baik di tingkat nasional maupun internasional, di bidang tata kelola pemerintahan, inovasi pembangunan, dan pelayanan publik.Pada 2024, ia menerima KNPI Award sebagai Bupati Tapanuli Utara Periode 2014–2024.
Kisah Nikson Nababan menegaskan bahwa dedikasi, ketekunan, serta keberpihakan kepada rakyat mampu melahirkan perubahan nyata—dari ruang redaksi hingga kursi kepala daerah.
(Dikutip dari berbagai sumber)
BOBLUIS
Via
HEADLINE
